Tentang UGM
IT Center
Perpustakaan
Penelitian
Webmail

Artikel Alumni

Strategi Regulasi Emosi

Mengelola emosi (regulasi emosi) dapat dilakukan dengan pendekatan kognitif dan behavior (Gross, 1998, dalam John & Gross, dalam Salovey & Barret, 2002). Pendekatan kognitif menjelaskan bahwa emosi yang dirasakan individu merupakan hasil dari penilaian terhadap situasi yang dihadapinya. Individu yang menilai situasi yang dihadapi sebagai sesuatu yang positif akan mengembangkan respon emosi yang positif pula, sebaliknya individu yang memberikan penilaian negatif terhadap situasi yang dihadapi akan mengembangkan emosi negatif pula. Pendekatan perilaku menjelaskan bahwa ekspresi emosi dapat ditekan terutama pada ekspresi emosi negatif dengan melakukan perubahan fisiologis(Gross dan John, 2003).
Strategi antecedent-focused menggunakan pendekatan kognitif, sedangkan strategi response-focused menggunakan pendekatan behavior (Gross, 1998, dalam John & Gross, dalam Salovey & Barret, 2002).
Strategi kognitif yang dapat digunakan untuk melakukan regulasi emosi adalah antecedent-focused (Gross, 1998, dalam John & Gross, dalam Salovey & Barret, 2002). Antecedent-focused merupakan strategi yang dipilih sebelum respon emosi aktif secara penuh dalam mengubah perilaku dan kondisi fisiologis. Pada proses antecedent-focused terjadi proses menilai kembali (cognitive reappraisal) terhadap situasi yang akan berdampak pada emosi. Proses ini bersifat evaluatif (Lazaru, dalam Strongman, 2003) terhadap situasi yang dihadapi individu. Jika individu menilai situasi yang dihadapi bersifat negatif maka emosi yang dikembangkan oleh individu lebih bersifat negatif, sebaliknya bila individu menilai situasi yang dihadapi bersifat positif maka emosi yang dikembangkan cenderung bersifat positif pula.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Gross & John (2003) individu yang memilih strategi antecedent-focused mempunyai fungsi interpersonal dan kesejahteraan yang lebih baik.
Pada proses response-focused, berlangsung usaha untuk menekan ekspresi emosi (suppression). Strategi ini efektif untuk menurunkan ekspresi emosi negatif tetapi memberikan efek samping yaitu menekan ekspresi positif dan tidak membantu mengurangi pengalaman negatif. Proses ini membutuhkan usaha yang lebih untuk mengatur ekspresi emosi (Gross dan John, 2003)

Dikirim oleh: NUR EVA
PSIKOLOGI 1992

X